Apa itu Ilmuwan dan Teknolog Penginderaan Jauh?
Ilmuwan dan teknolog penginderaan jauh menggunakan data dari satelit, pesawat, sensor berbasis darat, dan sumber geospasial lain untuk memahami kondisi permukaan bumi tanpa selalu berada langsung di lokasi. Pekerjaan ini menerapkan prinsip penginderaan jauh, analisis citra, statistik, dan Sistem Informasi Geografis untuk memecahkan masalah di bidang seperti pengelolaan sumber daya alam, perencanaan kota, lingkungan, keamanan, pelacakan hutan, karbon, air permukaan, dan deteksi fenomena seperti awan debu. Selain menganalisis data, peran ini dapat mencakup pengembangan teknik analitik, sistem sensor, basis data geospasial, rutinitas otomatis untuk koreksi artefak gambar, serta produk seperti peta tutupan lahan. Nilai utamanya adalah mengubah citra dan data mentah menjadi informasi spasial yang dapat dipakai untuk keputusan teknis.
Kerja harian
Dalam keseharian, pekerjaan dimulai dari memahami tujuan proyek: wilayah yang dianalisis, jenis sensor yang tersedia, resolusi yang dibutuhkan, data pendukung lapangan, dan keluaran yang diharapkan. Data citra kemudian dikompilasi, diformat, dibersihkan, dikoreksi, dan digabungkan dengan sumber geospasial lain seperti survei iklim, data lapangan, peta dasar, atau basis data proyek. Ilmuwan penginderaan jauh menilai kualitas pengumpulan data, memilih metode klasifikasi atau analisis, membuat peta, tabel, visualisasi, atau model, lalu mendokumentasikan metodologi agar hasil dapat ditinjau ulang. Mereka juga berdiskusi dengan kolega tentang kebutuhan alat, menguji perangkat keras atau perangkat lunak baru, melatih teknisi, dan menyampaikan laporan kepada pemangku kepentingan. Tantangannya adalah menjaga akurasi interpretasi ketika data dipengaruhi awan, vegetasi, sudut sensor, resolusi, atau kondisi lapangan yang berubah.
- Mengelola atau menganalisis data yang diperoleh dari sistem penginderaan jauh untuk memperoleh hasil yang berarti.
- Analisis data yang diperoleh dari pesawat terbang, satelit, atau platform berbasis darat, menggunakan perangkat lunak analisis statistik, perangkat lunak analisis gambar, atau Sistem Informasi Geografis (GIS).
- Integrasikan sumber data geospasial lainnya ke dalam proyek.
- Mengatur dan memelihara data geospasial dan dokumentasi terkait.
- Kompilasi dan format data gambar untuk meningkatkan kegunaannya.
- Menyiapkan atau menyampaikan laporan atau presentasi informasi proyek geospasial.
- Diskusikan tujuan proyek, persyaratan peralatan, atau metodologi dengan kolega atau anggota tim.
- Memproses citra udara atau satelit untuk menghasilkan produk seperti peta tutupan lahan.
- Merancang atau menerapkan strategi untuk pengumpulan, analisis, atau tampilan data geografis.
- Mengembangkan atau membangun database untuk penginderaan jauh atau informasi proyek geospasial terkait.
- Kumpulkan data pendukung, seperti data survei iklim atau lapangan, untuk menguatkan analisis data penginderaan jauh.
- Pantau kualitas operasi pengumpulan data penginderaan jauh untuk menentukan apakah perubahan prosedur atau peralatan diperlukan.
- Melatih teknisi dalam penggunaan teknologi penginderaan jauh.
- Menyiapkan atau memelihara sistem pengumpulan data penginderaan jauh.
- Mengarahkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan implementasi, pengoperasian, atau peningkatan perangkat keras atau perangkat lunak penginderaan jauh.
- Menghadiri pertemuan atau seminar atau membaca literatur terkini untuk mempertahankan pengetahuan tentang perkembangan di bidang penginderaan jauh.
- Melakukan penelitian terhadap penerapan atau peningkatan teknologi penginderaan jauh.
- Merekomendasikan akuisisi perangkat keras atau perangkat lunak penginderaan jauh yang baru.
- Gunakan data penginderaan jauh untuk kegiatan pelacakan hutan atau karbon untuk menilai dampak perubahan lingkungan.
- Kembangkan rutinitas otomatis untuk mengoreksi keberadaan artefak yang mendistorsi gambar, seperti vegetasi tanah.
- Mengembangkan teknik analisis atau sistem sensor baru.
- Berpartisipasi dalam kerja lapangan.
- Menerapkan data atau teknik penginderaan jauh, seperti pemodelan air permukaan atau deteksi awan debu, untuk mengatasi masalah lingkungan.
- Instalasi langsung atau pengujian perangkat keras atau perangkat lunak penginderaan jauh baru.
Jalur dan konteks karier
Pekerjaan ini berada pada zona persiapan cukup banyak karena membutuhkan kemampuan geospasial, ilmu lingkungan atau sumber daya, pemrosesan citra, statistik, pemrograman, manajemen data, dan komunikasi teknis. Perangkat yang relevan dapat mencakup Python, Bash, C, C++, C#, Docker, AWS, EC2, S3, Redshift, DynamoDB, CloudFormation, Hadoop, Hive, Kafka, Elasticsearch, JIRA, Ansible, dan perangkat grafis seperti Adobe Creative Cloud, di samping perangkat GIS dan analisis citra yang digunakan organisasi. Jalur karier dapat berkembang ke analis citra satelit, spesialis GIS, arsitek data geospasial, pengembang algoritme remote sensing, manajer proyek pemantauan lingkungan, pengembang sistem sensor, atau pemimpin tim yang mengarahkan implementasi perangkat keras dan perangkat lunak penginderaan jauh.
Konteks di Indonesia
Di Indonesia, penginderaan jauh sangat relevan karena wilayah kepulauan yang luas, tutupan hutan, pesisir, pertanian, perkotaan, kebencanaan, lahan gambut, perubahan penggunaan lahan, dan kebutuhan pemantauan wilayah yang sulit dijangkau. Pekerjaan ini dapat mendukung pemetaan tutupan lahan, pemantauan deforestasi atau karbon, pengamatan banjir dan kekeringan, perencanaan kota, pengelolaan pesisir, evaluasi proyek infrastruktur, serta analisis dampak lingkungan. Konteks lokal menuntut kemampuan menggabungkan citra satelit dengan data lapangan karena awan tropis, variasi musim, dan kondisi medan sering memengaruhi kualitas interpretasi. Peran ini juga penting untuk membuat hasil teknis dapat dimengerti oleh pemerintah, konsultan, perusahaan, peneliti, atau masyarakat yang membutuhkan informasi spasial untuk mengambil keputusan.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan gelar sarjana (S1), meskipun ada yang tidak.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja terkait dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya, seorang akuntan harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan bekerja beberapa tahun di bidang akuntansi agar dianggap memenuhi syarat.
- Pelatihan
- Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan beberapa tahun pengalaman kerja terkait, pelatihan kerja langsung, dan/atau pelatihan kejuruan.
Pembelajaran terkait
Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.