Apa itu Teknolog dan Teknisi Kesehatan Hewan?
Melakukan uji medis di lingkungan laboratorium untuk digunakan dalam penanganan dan diagnosis penyakit pada hewan. Menyiapkan vaksin dan serum untuk pencegahan penyakit. Menyiapkan sampel jaringan, mengambil sampel darah, dan menjalankan uji laboratorium, seperti urinalisis dan hitung darah. Membersihkan dan mensterilkan instrumen dan bahan serta memelihara peralatan dan mesin. Dapat membantu dokter hewan selama pembedahan.
Pekerjaan ini biasanya melibatkan penggunaan keterampilan komunikasi dan organisasi untuk mengoordinasikan, menyupervisi, mengelola, atau melatih orang lain demi mencapai tujuan. Contohnya teknisi listrik, penata letak (desktop publisher), teknisi pertanian, penata rambut, juru transkripsi sidang, dan asisten medis.
Kerja harian
- Berikan anestesi pada hewan, di bawah arahan dokter hewan, dan pantau respons hewan terhadap anestesi sehingga dosis dapat disesuaikan.
- Merawat dan memantau kondisi hewan yang baru pulih dari operasi.
- Memelihara inventaris obat yang terkontrol dan buku catatan terkait.
- Melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap darah, urin, atau feses, seperti urinalisis atau hitung darah, untuk membantu diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan hewan.
- Menyiapkan dan mengelola obat-obatan, vaksin, serum, atau perawatan, sesuai resep dokter hewan.
- Menahan hewan selama ujian atau prosedur.
- Berikan pertolongan pertama darurat, seperti melakukan resusitasi darurat atau prosedur penyelamatan jiwa lainnya.
- Membersihkan dan mensterilkan instrumen, peralatan, atau bahan.
- Sediakan peralatan atau instrumen yang tepat bagi dokter hewan, sesuai kebutuhan.
- Melakukan pekerjaan gigi, seperti membersihkan, memoles, atau mencabut gigi.
- Amati perilaku dan kondisi hewan serta pantau gejala klinisnya.
- Isi resep, takar obat, dan beri label pada wadah.
- Berikan enema dan lakukan kateterisasi, pembilasan telinga, pemberian makanan melalui infus, atau gavage.
- Kumpulkan, siapkan, dan beri label sampel untuk pengujian laboratorium, kultur, atau pemeriksaan mikroskopis.
- Mempersiapkan hewan untuk pembedahan, melakukan tugas seperti mencukur area bedah.
- Mengambil dan mengembangkan radiografi diagnostik, menggunakan peralatan x-ray.
- Diskusikan kesehatan medis hewan peliharaan dengan klien, seperti status pasca operasi.
- Membersihkan kandang, tempat penampungan hewan, ruang bedah, ruang pemeriksaan, atau fasilitas bongkar muat hewan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
- Bawa hewan ke area perawatan dan bantu pemeriksaan fisik dengan melakukan tugas seperti mendapatkan data suhu, denyut nadi, atau pernapasan.
- Mempersiapkan ruang perawatan untuk operasi.
- Memelihara catatan laboratorium, penelitian, atau pengobatan, serta inventaris obat-obatan, peralatan, atau persediaan.
- Memelihara instrumen, perlengkapan, atau mesin untuk memastikan kondisi kerja yang baik.
- Balut dan jahit luka serta pasang bidai atau alat pelindung lainnya.
- Memberikan bantuan dalam euthanasia hewan dan pembuangan jenazah.
- Jadwalkan janji temu dan prosedur untuk hewan.
- Memberikan informasi atau konseling mengenai isu-isu seperti perawatan kesehatan hewan, masalah perilaku, atau nutrisi.
- Pantau persediaan medis dan pesan saat persediaan hampir habis.
- Mengawasi atau melatih mahasiswa kedokteran hewan atau anggota staf lainnya.
- Melakukan berbagai tugas kantor, administrasi, atau akuntansi, seperti penerimaan, penagihan, pembukuan, atau penjualan produk.
- Mandikan hewan, potong kuku atau cakar, dan sikat atau potong bulu hewan.
- Lakukan prosedur khusus, seperti pencitraan merek atau tato atau pemotongan kuku hewan.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan di zona ini memerlukan pendidikan di sekolah kejuruan (SMK), pengalaman kerja terkait, atau diploma (D1–D3).
- Pengalaman
- Keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja sebelumnya diperlukan untuk pekerjaan ini. Misalnya, seorang teknisi listrik harus menyelesaikan tiga atau empat tahun pemagangan atau beberapa tahun pelatihan kejuruan, dan sering kali harus lulus ujian sertifikasi, untuk dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan satu atau dua tahun pelatihan yang mencakup pengalaman kerja langsung dan pelatihan informal bersama pekerja berpengalaman. Program pemagangan resmi dapat dikaitkan dengan pekerjaan ini.