Skip to content
IM

Ilmuwan Material

Ilmuwan material meneliti struktur, sifat kimia, dan perilaku fisik berbagai bahan alami, sintetis, dan komposit seperti logam, paduan, polimer, keramik, karet, semikonduktor, kaca, dan material khusus lain.

Zona 4InvestigatifRealistisKonvensional
Zona pekerjaan
Zona Pekerjaan Empat: Perlu Persiapan Cukup Banyak
Minat (RIASEC)
Investigatif, Realistis, Konvensional
Keterampilan utama
Pemahaman Bacaan, Mendengarkan Aktif, Berpikir Kritis
Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan gelar sarjana (S1), meskipun ada yang tidak.

Apa itu Ilmuwan Material?

Ilmuwan material meneliti struktur, sifat kimia, dan perilaku fisik berbagai bahan alami, sintetis, dan komposit seperti logam, paduan, polimer, keramik, karet, semikonduktor, kaca, dan material khusus lain. Tujuannya adalah memahami mengapa suatu bahan kuat, rapuh, elastis, tahan panas, tahan korosi, konduktif, ringan, atau cocok untuk lingkungan tertentu, lalu menggunakan pemahaman itu untuk memperbaiki produk yang ada atau mengembangkan material baru. Pekerjaan ini dapat mencakup pengujian kekuatan mekanik, rasio kekuatan-berat, keuletan, sifat magnetik dan listrik, ketahanan abrasi, serta respons terhadap tegangan, kompresi, dan geser. Nilai utamanya adalah menghubungkan riset laboratorium, pemodelan, kebutuhan pelanggan, dan proses produksi agar bahan yang dipilih benar-benar andal dalam aplikasi nyata.

Kerja harian

Dalam keseharian, ilmuwan material bergerak antara eksperimen, analisis data, pemodelan komputer, dokumentasi, dan diskusi teknis. Mereka merencanakan pengujian laboratorium untuk menilai apakah suatu proses produksi layak menghasilkan material dengan karakteristik tertentu, lalu menguji sampel atau komponen untuk memahami performa dan penyebab kegagalan. Jika material tidak memenuhi spesifikasi, mereka menelusuri faktor seperti komposisi, proses pembentukan, perlakuan panas, pembakaran, struktur mikro, atau kondisi penggunaan. Pekerjaan juga mencakup rekomendasi material untuk lingkungan tertentu, penulisan laporan teknis, proposal, manual, atau makalah penelitian, serta kunjungan ke pemasok atau pengguna produk untuk memahami kebutuhan sebenarnya. Pada lingkungan produksi, mereka dapat memantau proses agar perubahan spesifikasi, penggunaan alat, waktu, dan anggaran tetap terkendali.

  • Melakukan penelitian terhadap struktur dan sifat material, seperti logam, paduan, polimer, dan keramik, untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada.
  • Uji logam untuk menentukan kesesuaian dengan spesifikasi kekuatan mekanik, rasio kekuatan-berat, keuletan, sifat magnet dan listrik, serta ketahanan terhadap abrasi, korosi, panas, dan dingin.
  • Uji sampel material untuk mengetahui toleransi terhadap tegangan, kompresi, dan geser untuk menentukan penyebab kegagalan logam.
  • Menentukan cara untuk memperkuat atau menggabungkan material atau mengembangkan material baru dengan sifat baru atau spesifik untuk digunakan dalam berbagai produk dan aplikasi.
  • Menyiapkan laporan, manuskrip, proposal, dan manual teknis untuk digunakan oleh ilmuwan dan pemohon lain, seperti sponsor dan pelanggan.
  • Merencanakan eksperimen laboratorium untuk memastikan kelayakan proses dan teknik yang digunakan dalam produksi bahan dengan karakteristik khusus.
  • Merekomendasikan material untuk kinerja yang andal di berbagai lingkungan.
  • Mengawasi dan memantau proses produksi untuk memastikan penggunaan peralatan yang efisien, perubahan spesifikasi yang tepat waktu, dan penyelesaian proyek dalam jangka waktu dan anggaran.
  • Metode penelitian pemrosesan, pembentukan, dan pembakaran bahan untuk mengembangkan produk seperti tambalan gigi keramik, piring makan yang tidak mudah pecah, dan lensa teleskop.
  • Melakukan eksperimen dan pemodelan komputer untuk mempelajari sifat, struktur, dan sifat fisik dan kimia logam dan paduannya, serta responsnya terhadap gaya yang diterapkan.
  • Merancang metode pengujian untuk mengevaluasi dampak berbagai kondisi pada bahan tertentu.
  • Uji masing-masing suku cadang dan produk untuk memastikan bahwa standar kualitas dan keamanan pabrikan dan pemerintah terpenuhi.
  • Berunding dengan pelanggan untuk menentukan cara menyesuaikan bahan dengan kebutuhan mereka.
  • Mengajar di perguruan tinggi dan universitas.
  • Kunjungi pemasok bahan atau pengguna produk untuk mengumpulkan informasi spesifik.
  • Menulis makalah penelitian untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Jalur dan konteks karier

Pekerjaan ini berada pada zona persiapan cukup banyak karena membutuhkan dasar kimia, fisika, matematika, rekayasa, pengujian material, statistik, dan komunikasi teknis. Keterampilan yang menonjol meliputi pemikiran analitis, perhatian terhadap detail, integritas data, inovasi, ketekunan, dan kemampuan membuat solusi ketika material harus memenuhi batasan biaya, performa, keamanan, dan proses manufaktur. Perangkat yang relevan dapat mencakup MATLAB, Python, R, SPSS, Excel, PowerPoint, Word, Materials Studio, ACD Analytical Laboratory, ANSYS LS-DYNA, ANSYS Multiphysics, Bruker EVA/LEPTOS/TOPAS, HSC Chemistry, CrystalMaker, dan Abaqus. Jalur karier dapat berkembang ke metalurgi, polimer, keramik, kaca, semikonduktor, failure analysis, pengembangan produk, kualitas manufaktur, simulasi material, riset akademik, atau pengajaran di perguruan tinggi.

Konteks di Indonesia

Di Indonesia, ilmuwan material relevan untuk manufaktur, otomotif, elektronik, konstruksi, energi, pertambangan, kemasan, alat kesehatan, semen, keramik, kaca, polimer, dan riset material lokal. Pekerjaan dapat berada di laboratorium R&D, universitas, lembaga riset, pabrik, perusahaan pemasok bahan, atau tim kualitas yang perlu memastikan bahan sesuai spesifikasi. Konteks lokal sering menuntut pemilihan material yang tahan terhadap kelembapan, panas, korosi, beban mekanik, atau kondisi produksi tertentu, sambil mempertimbangkan ketersediaan bahan dan biaya. Peran ini juga penting ketika industri ingin mengganti material impor, meningkatkan mutu produk, mengurangi kegagalan komponen, atau mengembangkan material yang lebih cocok untuk kebutuhan pasar Indonesia. Uraian ini bersifat umum dan tidak menetapkan standar teknis khusus suatu industri.

Aktivitas kerja utama

Memperoleh Informasi
Menganalisis Data atau Informasi
Mengolah Informasi
Membuat Keputusan dan Memecahkan Masalah
Memantau Proses, Material, atau Lingkungan Sekitar
Bekerja dengan Komputer
Memperbarui dan Menggunakan Pengetahuan yang Relevan
Berpikir Kreatif
Mendokumentasikan/Mencatat Informasi
Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan
Menafsirkan Makna Informasi untuk Orang Lain

Keterampilan & kompetensi

Keterampilan

Pemahaman Bacaan
Mendengarkan Aktif
Berpikir Kritis
Pemecahan Masalah Kompleks
Sains
Menulis
Berbicara
Pembelajaran Aktif

Pengetahuan

Teknik dan Teknologi
Kimia
Fisika
Matematika
Komputer dan Elektronika
Produksi dan Pengolahan
Desain
Mekanika

Kemampuan

Pemahaman Lisan
Pemahaman Tulisan
Ekspresi Tulisan
Ekspresi Lisan
Penalaran Induktif
Kepekaan Masalah
Penalaran Deduktif
Pengurutan Informasi

Teknologi & alat

Perangkat lunak

🔥 Hypertext markup language HTML🔥 IBM SPSS Statistics🔥 Microsoft Excel🔥 Microsoft Office software🔥 Microsoft PowerPoint🔥 Microsoft Word🔥 Python🔥 R🔥 The MathWorks MATLABAccelrys Materials StudioAdvanced Chemistry Development Analytical LaboratoryANSYS LS-DYNAANSYS MultiphysicsBruker AXS EVABruker AXS LEPTOSBruker AXS TOPASChempute Software HSC ChemistryCrystalMakerDassault Systemes AbaqusEmail software

Alat & perlengkapan

AccelerometersAnnealing ovensAtomic absorption AA spectroscopesAtomic force microscopesAuger electron spectrometersBackscatter detectorsBall millsBall-on-disk tribometersBlungersBox furnacesCapacitance manometersCapillary rheometers

Lingkungan kerja

Surel (E-Mail)
Setiap hari
Di Dalam Ruangan, Terkendali Lingkungannya
Setiap hari
Kedekatan Fisik
Sedikit dekat (mis. kantor bersama)
Menghabiskan Waktu Berdiri
Kurang dari separuh waktu
Menghabiskan Waktu Berjalan atau Berlari
Kurang dari separuh waktu
Menghabiskan Waktu Duduk
Lebih dari separuh waktu
Menentukan Tugas, Prioritas, dan Tujuan
Sebagian kebebasan
Menghabiskan Waktu Melakukan Gerakan Berulang
Kurang dari separuh waktu
Situasi Konflik
Setahun sekali atau lebih, tetapi tidak setiap bulan
Terpapar Kontaminan
Setahun sekali atau lebih, tetapi tidak setiap bulan
Tingkat Otomatisasi
Sedikit terotomatisasi
Berbicara di Depan Umum
Setahun sekali atau lebih, tetapi tidak setiap bulan

Pendidikan & pengalaman

Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan gelar sarjana (S1), meskipun ada yang tidak.
Pengalaman
Diperlukan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja terkait dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya, seorang akuntan harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan bekerja beberapa tahun di bidang akuntansi agar dianggap memenuhi syarat.
Pelatihan
Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan beberapa tahun pengalaman kerja terkait, pelatihan kerja langsung, dan/atau pelatihan kejuruan.
Pelatihan Kerja Langsung
Lebih dari demonstrasi singkat, hingga 1 bulan
Pelatihan di Tempat atau di Lokasi Kerja
Hingga 1 bulan
Pengalaman Kerja Terkait
Tidak ada
Tingkat Pendidikan yang Dibutuhkan
Sarjana (S1)

Pembelajaran terkait

Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.

Lihat pembelajaran lainnya