Apa itu Desainer Komersial dan Industri?
Desainer Komersial dan Industri merancang serta mengembangkan produk manufaktur seperti mobil, peralatan rumah tangga, mainan, atau produk konsumen lain. Peran ini memadukan seni, riset penggunaan produk, pemasaran, bahan, teknik, dan metode produksi untuk membuat produk yang fungsional dan menarik.
Pekerjaan ini menggabungkan desain, teknologi, produksi, mekanika, mendengarkan aktif, orisinalitas, dan pemahaman batasan manufaktur.
Kerja harian
Ritme kerja desainer komersial dan industri bergerak dari riset kebutuhan, sketsa ide, model kerja, evaluasi kelayakan, hingga penyempurnaan desain. Setiap konsep perlu dinilai dari tampilan, keamanan, fungsi, kemudahan servis, biaya, metode produksi, dan karakteristik pasar.
Kolaborasi sangat penting karena desain produk harus dapat dibuat. Desainer berdiskusi dengan tim teknik, pemasaran, produksi, penjualan, atau pelanggan, lalu mempresentasikan rancangan dan menyesuaikannya berdasarkan batasan produksi atau masukan pengguna.
- Siapkan sketsa ide, gambar detail, ilustrasi, karya seni, atau cetak biru, dengan menggunakan instrumen penyusunan, cat dan kuas, atau peralatan desain berbantuan komputer.
- Memodifikasi dan menyempurnakan desain, menggunakan model kerja, agar sesuai dengan spesifikasi pelanggan, batasan produksi, atau perubahan tren desain.
- Mengevaluasi kelayakan ide desain, berdasarkan faktor-faktor seperti penampilan, keamanan, fungsi, kemudahan servis, anggaran, biaya/metode produksi, dan karakteristik pasar.
- Berunding dengan departemen teknik, pemasaran, produksi, atau penjualan, atau dengan pelanggan, untuk menetapkan dan mengevaluasi konsep desain untuk produk manufaktur.
- Presentasikan desain dan laporan kepada pelanggan atau komite desain untuk disetujui dan diskusikan perlunya modifikasi.
- Mengembangkan standar industri dan pedoman peraturan.
- Meneliti spesifikasi produksi, biaya, bahan produksi, dan metode manufaktur serta memberikan perkiraan biaya dan persyaratan produksi yang diperinci.
- Mengkoordinasikan tampilan dan fungsi lini produk.
- Mengarahkan dan mengkoordinasikan pembuatan model atau sampel serta penyusunan gambar kerja dan lembar spesifikasi dari sketsa.
- Mengembangkan prosedur manufaktur dan memantau pembuatan desain mereka di pabrik untuk meningkatkan operasi dan kualitas produk.
- Selidiki karakteristik produk seperti keamanan produk dan kualitas penanganannya, daya tarik pasarnya, seberapa efisien produk tersebut dapat diproduksi, dan cara mendistribusikan, menggunakan, dan memeliharanya.
- Berpartisipasi dalam perencanaan produk baru atau riset pasar, termasuk mempelajari potensi kebutuhan akan produk baru.
- Awasi pekerjaan asisten selama proses desain.
- Rancang materi grafis untuk digunakan sebagai ornamen, ilustrasi, atau iklan pada bahan produksi dan kemasan atau wadah.
- Membaca publikasi, menghadiri pertunjukan, dan mempelajari produk pesaing serta gaya dan motif desain untuk mendapatkan perspektif dan menghasilkan konsep desain.
- Buat model atau sampel dari kertas, kayu, kaca, kain, plastik, logam, atau bahan lainnya, menggunakan perkakas tangan atau listrik.
- Memberi nasihat kepada perusahaan tentang isu-isu yang melibatkan proyek atau masalah citra perusahaan.
Jalur dan konteks karier
Okupasi ini berada pada Zona Pekerjaan Empat. Data menunjukkan kebutuhan sarjana, pengalaman terkait, serta kompetensi pada desain, teknik dan teknologi, produksi dan pengolahan, mekanika, mendengarkan aktif, komputer, orisinalitas, dan penglihatan dekat.
Minatnya artistik, realistis, dan investigatif. Gaya kerja penting meliputi perhatian terhadap detail, inisiatif, keandalan, pemikiran analitis, kerja sama, dan ketekunan.
Konteks di Indonesia
Di Indonesia, peran ini dapat dikenal sebagai industrial designer, product designer, desainer produk industri, automotive designer, toy designer, atau commercial product designer. Pekerjaan muncul di manufaktur, desain produk, otomotif, elektronik, furnitur, mainan, dan konsultan desain.
Fokusnya bukan hanya bentuk visual produk. Peran ini menyeimbangkan fungsi, produksi, biaya, material, keamanan, pasar, dan pengalaman pengguna.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan gelar sarjana (S1), meskipun ada yang tidak.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja terkait dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya, seorang akuntan harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan bekerja beberapa tahun di bidang akuntansi agar dianggap memenuhi syarat.
- Pelatihan
- Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan beberapa tahun pengalaman kerja terkait, pelatihan kerja langsung, dan/atau pelatihan kejuruan.
Pembelajaran terkait
Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.