Skip to content
IM

Ilmuwan Medis, Kecuali Epidemiolog

Ilmuwan medis, kecuali epidemiolog, meneliti penyakit manusia, proses fisiologis, dan cara meningkatkan kesehatan melalui investigasi klinis, penelitian laboratorium, pengembangan metode, atau kegiatan ilmiah terkait.

Zona 5InvestigatifRealistisKonvensional
Zona pekerjaan
Zona Pekerjaan Lima: Perlu Persiapan Ekstensif
Minat (RIASEC)
Investigatif, Realistis, Konvensional
Keterampilan utama
Menulis, Berbicara, Sains
Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.

Apa itu Ilmuwan Medis, Kecuali Epidemiolog?

Ilmuwan medis, kecuali epidemiolog, meneliti penyakit manusia, proses fisiologis, dan cara meningkatkan kesehatan melalui investigasi klinis, penelitian laboratorium, pengembangan metode, atau kegiatan ilmiah terkait. Pekerjaan ini dapat mencakup studi tentang efek obat, gas, pestisida, parasit, mikroorganisme, toksisitas, struktur sel, proses penyakit, metode pencegahan, dan pengobatan. Mereka mempersiapkan dan menganalisis sampel organ, jaringan, atau sel; menggunakan instrumen seperti mikroskop elektron, sitometer aliran, sistem kromatografi, atau spektrometer; lalu menyajikan temuan dalam laporan, publikasi, hibah, presentasi ilmiah, atau konsultasi teknis. Peran ini berfokus pada produksi pengetahuan medis dan pengembangan bukti, bukan menggantikan kewenangan klinis dokter dalam diagnosis atau terapi pasien.

Kerja harian

Dalam keseharian, ilmuwan medis merancang pertanyaan riset, meninjau literatur, menyusun protokol, mengarahkan eksperimen, dan memastikan prosedur keselamatan dipatuhi ketika menangani bahan biologis atau beracun. Mereka dapat memproses sampel sel dan jaringan, menjalankan analisis laboratorium, mengevaluasi respons biologis terhadap senyawa atau mikroorganisme, lalu memeriksa apakah data yang muncul konsisten dengan hipotesis. Banyak waktu dipakai untuk membersihkan dan menganalisis data, mendokumentasikan metode, menyiapkan gambar atau tabel, menulis aplikasi hibah, dan menyusun artikel ilmiah. Di luar laboratorium, mereka berdiskusi dengan dokter, peneliti, pendidik, teknisi, departemen kesehatan, atau pihak industri untuk menerjemahkan hasil riset menjadi standar keselamatan, metode baru, atau arah penelitian lanjutan.

  • Ikuti prosedur keselamatan yang ketat saat menangani bahan beracun untuk menghindari kontaminasi.
  • Evaluasi efek obat-obatan, gas, pestisida, parasit, dan mikroorganisme pada berbagai tingkatan.
  • Merencanakan dan mengarahkan penelitian untuk menyelidiki penyakit manusia atau hewan, metode pencegahan, dan pengobatan penyakit.
  • Mempersiapkan dan menganalisis sampel organ, jaringan, dan sel untuk mengidentifikasi toksisitas, bakteri, atau mikroorganisme atau untuk mempelajari struktur sel.
  • Standarisasi dosis obat, cara imunisasi, dan tata cara pembuatan obat dan senyawa obat.
  • Melakukan penelitian untuk mengembangkan metodologi, instrumentasi, dan prosedur untuk penerapan medis, menganalisis data dan menyajikan temuan kepada khalayak ilmiah dan masyarakat umum.
  • Mengajarkan prinsip-prinsip kedokteran dan prosedur medis dan laboratorium kepada dokter, residen, pelajar, dan teknisi.
  • Pelajari kesehatan hewan dan manusia serta proses fisiologis.
  • Menulis dan mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah.
  • Tulis aplikasi untuk hibah penelitian.
  • Selidiki penyebab, perkembangan, siklus hidup, atau cara penularan penyakit atau parasit.
  • Gunakan peralatan seperti spektrometer serapan atom, mikroskop elektron, sitometer aliran, atau sistem kromatografi.
  • Berunding dengan departemen kesehatan, personel industri, dokter, dan pihak lain untuk mengembangkan standar keselamatan kesehatan dan program peningkatan kesehatan masyarakat.
  • Berkonsultasi dan memberi nasihat kepada dokter, pendidik, peneliti, dan pihak lain mengenai aplikasi medis fisika, biologi, dan kimia.

Jalur dan konteks karier

Pekerjaan ini berada pada zona persiapan ekstensif karena membutuhkan pengetahuan biomedis yang dalam, kemampuan riset, statistik, keselamatan laboratorium, penggunaan instrumen ilmiah, penulisan ilmiah, dan komunikasi lintas profesi. Kualitas yang penting meliputi pemikiran analitis, inovasi, integritas, perhatian terhadap detail, inisiatif, kerja sama, dan keandalan. Perangkat yang relevan dapat mencakup SPSS, Python, R, SAS, MATLAB, BASE, database software, FileMaker Pro, Linux, UNIX, Excel, Word, PowerPoint, Microsoft Project, Visual Basic, ArcGIS, Photoshop, serta sistem komputasi atau manajemen data penelitian lain. Jalur karier dapat berkembang ke penelitian penyakit tertentu, toksikologi, biologi sel, farmasi riset, pengembangan metode diagnostik, manajemen laboratorium, pengajaran medis, penulisan hibah, atau koordinasi program riset kesehatan.

Konteks di Indonesia

Di Indonesia, ilmuwan medis dapat bekerja di universitas, rumah sakit pendidikan, lembaga riset, laboratorium biomedis, industri farmasi, bioteknologi, alat kesehatan, atau program kesehatan masyarakat yang membutuhkan bukti laboratorium dan klinis. Konteks lokal dapat mencakup riset penyakit infeksi, penyakit kronis, kesehatan ibu dan anak, toksikologi lingkungan, pengembangan obat atau vaksin, validasi metode laboratorium, dan peningkatan kapasitas riset. Tantangan praktisnya sering terkait ketersediaan instrumen, kualitas sampel, tata kelola data, kolaborasi antarprofesi, pendanaan riset, serta kebutuhan menjaga etika dan keselamatan. Uraian ini bersifat umum; kegiatan nyata harus mengikuti protokol etik, regulasi institusi, dan standar laboratorium yang berlaku.

Aktivitas kerja utama

Memperbarui dan Menggunakan Pengetahuan yang Relevan
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan
Berpikir Kreatif
Memperoleh Informasi
Membuat Keputusan dan Memecahkan Masalah
Bekerja dengan Komputer
Menganalisis Data atau Informasi
Mengatur, Merencanakan, dan Memprioritaskan Pekerjaan
Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa
Mendokumentasikan/Mencatat Informasi
Mengolah Informasi
Memperkirakan Karakteristik Terukur dari Produk, Peristiwa, atau Informasi

Keterampilan & kompetensi

Keterampilan

Menulis
Berbicara
Sains
Pembelajaran Aktif
Pemahaman Bacaan
Mendengarkan Aktif
Berpikir Kritis
Penilaian dan Pengambilan Keputusan

Pengetahuan

Biologi
Bahasa Inggris
Kedokteran dan Kedokteran Gigi
Kimia
Matematika
Komputer dan Elektronika
Pendidikan dan Pelatihan
Administrasi dan Manajemen

Kemampuan

Ekspresi Tulisan
Ekspresi Lisan
Penalaran Induktif
Pemahaman Lisan
Pemahaman Tulisan
Pengurutan Informasi
Penalaran Deduktif
Kejelasan Bicara

Teknologi & alat

Perangkat lunak

🔥 Adobe Photoshop🔥 ESRI ArcGIS software🔥 IBM SPSS Statistics🔥 Linux🔥 Microsoft Dynamics🔥 Microsoft Excel🔥 Microsoft Office software🔥 Microsoft PowerPoint🔥 Microsoft Project🔥 Microsoft Visual Basic🔥 Microsoft Word🔥 Python🔥 R🔥 SAS🔥 The MathWorks MATLAB🔥 UNIXBioArray Software Environment BASEDatabase softwareFileMaker ProIBM Notes

Alat & perlengkapan

Absorption tubesAtomic absorption AA spectrophotometersAutoclavesAutomated centrifugesAutomated deoxyribonucleic acid DNA sequencersBalancesBeta countersBinocular light compound microscopesBlendersBlood gas machinesBomb calorimetersBone ultrasound densitometers

Lingkungan kerja

Di Dalam Ruangan, Terkendali Lingkungannya
Setiap hari
Surel (E-Mail)
Setiap hari
Bekerja dengan atau Berkontribusi pada Kelompok atau Tim Kerja
Luar biasa penting
Diskusi Tatap Muka dengan Individu dan dalam Tim
Setiap hari
Kontak dengan Orang Lain
Kontak terus-menerus dengan orang lain
Menghabiskan Waktu Berdiri
Sekitar separuh waktu
Menghabiskan Waktu Duduk
Sekitar separuh waktu
Situasi Konflik
Sebulan sekali atau lebih, tetapi tidak setiap minggu
Mengenakan Alat Pelindung atau Keselamatan Umum seperti Sepatu Keselamatan, Kacamata, Sarung Tangan, Pelindung Pendengaran, Helm, atau Pelampung
Setiap hari
Kedekatan Fisik
Sedikit dekat (mis. kantor bersama)
Dampak Keputusan terhadap Rekan Kerja atau Hasil Perusahaan
Hasil yang penting
Kebebasan Mengambil Keputusan
Sebagian kebebasan

Pendidikan & pengalaman

Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
Pengalaman
Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
Pelatihan
Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.
Pelatihan Kerja Langsung
Lebih dari 1 tahun, hingga 2 tahun
Pelatihan di Tempat atau di Lokasi Kerja
Lebih dari 1 tahun, hingga 2 tahun
Pengalaman Kerja Terkait
Lebih dari 2 tahun, hingga 4 tahun
Tingkat Pendidikan yang Dibutuhkan
Doktor (S3)

Pembelajaran terkait

Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.

Lihat pembelajaran lainnya