Apa itu Direktur/Manajer Teknis Media?
Direktur atau manajer teknis media mengoordinasikan aspek teknis produksi radio, televisi, atau siaran lain, termasuk perekaman, penyuntingan, pengendalian video, audio, grafis, peralatan, dan pemeliharaan. Peran ini memastikan kebutuhan kreatif produksi dapat diterjemahkan menjadi output teknis yang stabil dan sesuai standar siaran.
Kerja harian
Pekerjaan hariannya berada di antara ruang kontrol, studio, lokasi siaran, dan koordinasi produksi. Mereka membaca rundown, mengatur alur sinyal, memantau monitor, memberi arahan teknis kepada kru kamera atau audio, menguji peralatan, dan menyelesaikan masalah sebelum mengganggu tayangan. Dalam siaran langsung, keputusan teknis harus cepat karena kesalahan kecil dapat langsung terlihat oleh penonton.
- Mengarahkan aspek teknis dari siaran berita dan produksi lainnya, memeriksa dan beralih antar sumber video dan bertanggung jawab atas produk siaran, termasuk jepretan kamera dan grafik.
- Beralih antara sumber video di studio atau di remote multi-kamera, menggunakan peralatan seperti switcher, proyektor slide video, dan generator efek video.
- Amati gambar melalui monitor dan arahkan kamera serta staf video mengenai arsiran dan komposisi.
- Ikuti instruksi dari manajer produksi dan sutradara selama produksi, seperti perintah untuk pemotongan kamera, efek, grafik, dan pengambilan.
- Mengawasi dan menugaskan tugas kepada pekerja yang terlibat dalam pengendalian teknis dan produksi program radio dan televisi.
- Atur dan jalankan transisi video dan efek khusus, seperti pudar, larut, potong, kunci, dan super, menggunakan komputer untuk memanipulasi gambar seperlunya.
- Pantau siaran untuk memastikan bahwa program sesuai dengan kebijakan dan peraturan stasiun atau jaringan.
- Mengoperasikan peralatan untuk memproduksi program atau menyiarkan program langsung dari lokasi terpencil.
- Uji peralatan untuk memastikan pengoperasian yang benar.
- Latih pekerja dalam menggunakan peralatan, seperti saklar, kamera, monitor, mikrofon, dan lampu.
- Bertindak sebagai penghubung antara departemen teknik dan produksi.
- Diskusikan opsi filter, pilihan lensa, dan efek visual objek yang difilmkan dengan sutradara fotografi dan operator video.
- Berkolaborasi dengan direktur promosi untuk menghasilkan promosi stasiun siaran.
- Berunding dengan direktur operasi untuk merumuskan dan memelihara kebijakan teknis yang adil dan dapat dicapai untuk program.
- Jadwalkan penggunaan studio dan fasilitas pengeditan untuk produser serta staf teknik dan pemeliharaan.
Jalur dan konteks karier
Karier ini membutuhkan pemahaman komunikasi media, peralatan audio-video, workflow produksi, pemantauan kualitas, dan kepemimpinan kru. Pengalaman sebagai operator kamera, editor, teknisi siaran, audio engineer, switcher operator, atau production crew sering menjadi dasar sebelum memegang tanggung jawab manajerial teknis.
Konteks di Indonesia
Di Indonesia, peran ini relevan untuk stasiun TV, radio, rumah produksi, live streaming, event hybrid, studio konten, dan kanal digital. Perkembangan produksi multi-kamera dan siaran daring membuat kemampuan teknis media semakin berguna di luar industri penyiaran tradisional.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan gelar sarjana (S1), meskipun ada yang tidak.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja terkait dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya, seorang akuntan harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan bekerja beberapa tahun di bidang akuntansi agar dianggap memenuhi syarat.
- Pelatihan
- Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan beberapa tahun pengalaman kerja terkait, pelatihan kerja langsung, dan/atau pelatihan kejuruan.
Pembelajaran terkait
Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.