Apa itu Ilmuwan Tanah dan Tanaman?
Melakukan penelitian dalam pemuliaan, fisiologi, produksi, hasil, dan pengelolaan tanaman dan tanaman pertanian atau pohon, semak, dan bibit pembibitan, pertumbuhannya di tanah, dan pengendalian hama; atau mempelajari komposisi kimia, fisik, biologis, dan mineralogis tanah dalam kaitannya dengan pertumbuhan tanaman atau hasil panen. Dapat mengklasifikasikan dan memetakan tanah serta menyelidiki efek praktik alternatif terhadap produktivitas tanah dan tanaman.
Pekerjaan ini sering melibatkan kegiatan mengoordinasikan, melatih, menyupervisi, atau mengelola aktivitas orang lain demi mencapai tujuan. Diperlukan keterampilan komunikasi dan organisasi yang sangat tinggi. Contohnya apoteker, pengacara, astronom, ahli biologi, rohaniwan, asisten dokter, dan dokter hewan.
Kerja harian
- Komunikasikan hasil penelitian atau proyek kepada profesional lain atau masyarakat atau ajarkan kursus, seminar, atau lokakarya terkait.
- Mengembangkan metode konservasi atau pengelolaan tanah yang dapat diterapkan oleh petani atau perusahaan kehutanan.
- Memberikan informasi atau rekomendasi kepada petani atau pemilik lahan lainnya mengenai cara terbaik dalam memanfaatkan lahan, meningkatkan pertumbuhan tanaman, atau menghindari atau memperbaiki masalah seperti erosi.
- Melakukan eksperimen untuk mengembangkan varietas tanaman lapangan baru atau yang lebih baik, dengan fokus pada karakteristik seperti hasil, kualitas, ketahanan terhadap penyakit, nilai gizi, atau adaptasi terhadap tanah atau iklim tertentu.
- Selidiki masalah tanah atau kualitas air yang buruk untuk menentukan sumber dan dampaknya.
- Selidiki respons tanah terhadap praktik pengelolaan tertentu untuk menentukan kemampuan penggunaan tanah dan dampak praktik alternatif terhadap produktivitas tanah.
- Melakukan eksperimen untuk menyelidiki mekanisme yang mendasari pertumbuhan tanaman dan responsnya terhadap lingkungan.
- Identifikasi tanah yang terdegradasi atau terkontaminasi dan kembangkan rencana untuk memperbaiki karakteristik kimia, biologi, atau fisiknya.
- Mengembangkan metode atau produk baru atau lebih baik untuk mengendalikan atau menghilangkan gulma, penyakit tanaman, atau hama serangga.
- Pelajari karakteristik tanah untuk mengklasifikasikan tanah berdasarkan faktor-faktor seperti lokasi geografis, posisi lanskap, atau sifat-sifat tanah.
- Memberikan saran mengenai pengembangan standar peraturan untuk reklamasi lahan atau konservasi tanah.
- Mengembangkan teknik pengukuran yang lebih baik, metode konservasi tanah, perangkat pengambilan sampel tanah, atau teknologi terkait.
- Melakukan penelitian untuk menentukan metode terbaik dalam penanaman, penyemprotan, budidaya, pemanenan, penyimpanan, pengolahan, atau pengangkutan produk hortikultura.
- Mengembangkan metode atau produk yang aman bagi lingkungan untuk mengendalikan atau menghilangkan gulma, penyakit tanaman, atau hama.
- Pelajari cara-cara untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian, seperti penggunaan metode pengomposan baru.
- Survei lahan yang tidak terganggu atau terganggu untuk klasifikasi, inventarisasi, pemetaan, analisis dampak lingkungan, perencanaan perlindungan lingkungan, perencanaan konservasi, atau perencanaan reklamasi.
- Melakukan analisis kimia terhadap kandungan mikroorganisme tanah untuk mengetahui reaksi mikroba atau hubungan mineralogi kimia terhadap pertumbuhan tanaman.
- Konsultasikan dengan insinyur atau tenaga teknis lainnya yang bekerja pada proyek konstruksi mengenai dampak masalah tanah dan kemungkinan solusi terhadap masalah tersebut.
- Merencanakan atau mengawasi program pengelolaan limbah untuk pengomposan atau pertanian.
- Kembangkan cara mengubah tanah agar sesuai dengan jenis tanaman yang berbeda.
- Melakukan eksperimen yang menyelidiki bagaimana tanah terbentuk, berubah, atau berinteraksi dengan ekosistem darat atau organisme hidup.
- Meneliti persyaratan teknis atau dampak lingkungan dari ruang hijau perkotaan, seperti instalasi atap hijau.
- Identifikasi atau klasifikasikan spesies serangga atau bentuk sejenisnya, seperti tungau atau laba-laba.
- Melakukan percobaan mengenai penyebab penyakit lebah atau faktor yang mempengaruhi hasil nektar atau serbuk sari.
- Pelajari distribusi atau habitat serangga dan rekomendasikan metode untuk mencegah masuknya atau penyebaran spesies berbahaya.
- Merencanakan atau mengawasi program konservasi atau reklamasi lahan untuk proyek pengembangan industri.
- Melakukan penelitian mengenai penggunaan spesies tumbuhan sebagai bahan bakar ramah lingkungan atau dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.