Skip to content
DI

Dosen Ilmu Pertanian

Dosen ilmu pertanian mengajar mahasiswa tentang sistem produksi dan pengelolaan sumber daya pertanian, mulai dari produksi tanaman, genetika tanaman, kimia tanah, hortikultura, peternakan, perikanan, unggas, padang penggembalaan, sampai konservasi tanah.

Zona 5SosialInvestigatifRealistis
Zona pekerjaan
Zona Pekerjaan Lima: Perlu Persiapan Ekstensif
Minat (RIASEC)
Sosial, Investigatif, Realistis
Keterampilan utama
Memberi Instruksi, Pemahaman Bacaan, Berbicara
Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.

Apa itu Dosen Ilmu Pertanian?

Dosen ilmu pertanian mengajar mahasiswa tentang sistem produksi dan pengelolaan sumber daya pertanian, mulai dari produksi tanaman, genetika tanaman, kimia tanah, hortikultura, peternakan, perikanan, unggas, padang penggembalaan, sampai konservasi tanah. Peran ini menghubungkan teori ilmiah dengan praktik lapangan, sehingga mahasiswa memahami bagaimana keputusan budidaya, pemuliaan, nutrisi tanah, pengelolaan laboratorium, dan konservasi memengaruhi hasil pertanian. Selain mengajar, dosen dapat melakukan penelitian, menulis publikasi, memperbarui kurikulum, dan membimbing mahasiswa dalam kerja lapangan atau penelitian. Karena berada pada zona persiapan ekstensif, pekerjaan ini menuntut dasar akademik kuat, pengalaman riset, serta kemampuan menerjemahkan data pertanian menjadi pembelajaran yang dapat dipakai.

Kerja harian

Ritme kerja dosen ilmu pertanian bergerak antara ruang kelas, laboratorium, lahan praktik, dan kegiatan penelitian. Sebelum mengajar, dosen menyiapkan silabus, bahan bacaan, tugas, dan rancangan praktikum yang membantu mahasiswa membaca masalah pertanian secara ilmiah. Di kelas, topik seperti produksi tanaman, genetika, kimia tanah, atau manajemen komoditas dibahas melalui kuliah, diskusi, studi kasus, dan analisis data. Di luar kelas, dosen menilai laporan praktikum, makalah, ujian, serta mengawasi magang, kerja lapangan, dan penelitian mahasiswa. Pekerjaan juga mencakup koordinasi operasi laboratorium, pemilihan bahan atau alat, konsultasi akademik, kolaborasi dengan kolega, dan penggunaan spreadsheet, dokumen, presentasi, LMS, serta perangkat penjadwalan untuk menjaga proses belajar tetap terstruktur.

  • Ikuti terus perkembangan di lapangan dengan membaca literatur terkini, berbicara dengan rekan kerja, dan berpartisipasi dalam konferensi profesional.
  • Memberi nasihat kepada siswa tentang kurikulum akademik dan kejuruan serta masalah karir.
  • Mengawasi pengajaran sarjana atau pascasarjana, magang, dan pekerjaan penelitian.
  • Mengawasi sesi laboratorium dan kerja lapangan serta mengoordinasikan operasi laboratorium.
  • Mempersiapkan dan menyampaikan ceramah kepada mahasiswa sarjana atau pascasarjana tentang topik-topik seperti produksi tanaman, genetika tanaman, dan kimia tanah.
  • Melakukan penelitian pada bidang ilmu tertentu dan mempublikasikan temuannya dalam jurnal profesional, buku, atau media elektronik.
  • Berkolaborasi dengan kolega untuk mengatasi masalah pengajaran dan penelitian.
  • Siapkan materi pelajaran, seperti silabus, pekerjaan rumah, dan handout.
  • Mengevaluasi dan menilai pekerjaan kelas siswa, pekerjaan laboratorium, tugas, dan makalah.
  • Pertahankan jam kantor yang dijadwalkan secara teratur untuk memberi nasihat dan membantu siswa.
  • Memulai, memfasilitasi, dan memoderasi diskusi kelas.
  • Merencanakan, mengevaluasi, dan merevisi kurikulum, isi kursus, dan materi kursus serta metode pengajaran.
  • Melakukan tugas administratif, seperti menjabat sebagai kepala departemen.
  • Menyusun, mengelola, dan menilai ujian, atau menugaskan pekerjaan ini kepada orang lain.
  • Menyimpan catatan kehadiran siswa, nilai, dan catatan lain yang diperlukan.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan perekrutan, pendaftaran, dan penempatan siswa.
  • Memilih dan memperoleh bahan dan perlengkapan, seperti buku teks dan peralatan laboratorium.
  • Bertindak sebagai penasihat organisasi kemahasiswaan.
  • Menulis proposal hibah untuk mendapatkan pendanaan penelitian eksternal.
  • Bertugas di komite akademik atau administratif yang menangani kebijakan institusi, urusan departemen, dan masalah akademik.
  • Berpartisipasi dalam acara kampus dan komunitas.
  • Memberikan layanan konsultasi profesional kepada pemerintah atau industri.
  • Kumpulkan bibliografi bahan khusus untuk tugas membaca luar.

Jalur dan konteks karier

Karier ini cocok untuk orang yang tertarik pada sains terapan, produksi pangan, lingkungan, eksperimen lapangan, dan pengembangan sumber daya manusia pertanian. Keterampilan pentingnya meliputi mengajar, merancang praktikum, membaca literatur ilmiah, menganalisis data, menulis publikasi, membimbing mahasiswa, serta memahami hubungan antara tanah, tanaman, hewan, air, dan manajemen produksi. Jalur pengembangannya dapat mengarah ke dosen tetap, peneliti pertanian, pembimbing laboratorium atau kebun percobaan, pengembang kurikulum, konsultan teknis, atau pengelola program akademik dan riset. Tantangannya adalah menjaga materi tetap mutakhir di tengah perubahan teknologi budidaya, kebutuhan konservasi, ketahanan pangan, dan tuntutan agar lulusan siap menghadapi masalah pertanian nyata.

Konteks di Indonesia

Di Indonesia, dosen ilmu pertanian relevan di fakultas pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan terkait konservasi lahan, politeknik pertanian, dan pusat pelatihan yang menyiapkan tenaga teknis maupun akademik. Konteks lokalnya sering terkait produktivitas komoditas, kualitas tanah, perubahan iklim, praktik budidaya berkelanjutan, pengelolaan lahan kecil, rantai pangan, dan kebutuhan penyuluhan berbasis ilmu. Cakupan jabatan dapat muncul sebagai dosen agronomi, dosen ilmu tanah, dosen hortikultura, dosen peternakan, dosen perikanan, atau dosen konservasi pertanian, tergantung program studi. Persyaratan formal, jabatan akademik, dan kewajiban penelitian tetap mengikuti kebijakan kampus serta regulasi pendidikan tinggi yang berlaku.

Aktivitas kerja utama

Melatih dan Mengajar Orang Lain
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan
Memperoleh Informasi
Membangun dan Menjaga Hubungan Antarpribadi
Membuat Keputusan dan Memecahkan Masalah
Memperbarui dan Menggunakan Pengetahuan yang Relevan
Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa
Berkomunikasi dengan Orang di Luar Organisasi
Menafsirkan Makna Informasi untuk Orang Lain
Membina dan Mengembangkan Orang Lain
Membimbing, Mengarahkan, dan Memotivasi Bawahan
Mengatur, Merencanakan, dan Memprioritaskan Pekerjaan

Keterampilan & kompetensi

Keterampilan

Memberi Instruksi
Pemahaman Bacaan
Berbicara
Strategi Pembelajaran
Mendengarkan Aktif
Berpikir Kritis
Menulis
Pembelajaran Aktif

Pengetahuan

Biologi
Pendidikan dan Pelatihan
Bahasa Inggris
Administrasi dan Manajemen
Layanan Pelanggan dan Personal
Produksi Pangan
Komunikasi dan Media
Matematika

Kemampuan

Ekspresi Lisan
Pemahaman Lisan
Pemahaman Tulisan
Kejelasan Bicara
Ekspresi Tulisan
Penalaran Induktif
Penalaran Deduktif
Kepekaan Masalah

Teknologi & alat

Perangkat lunak

🔥 Epic Systems🔥 Google Docs🔥 Microsoft Excel🔥 Microsoft Office software🔥 Microsoft Outlook🔥 Microsoft PowerPoint🔥 Microsoft WordBlackboard LearnCalendar and scheduling softwareCollaborative editing softwareCourse management system softwareData management softwareDatabase softwareDesire2Learn LMS softwareDOC CopEmail softwareImage scanning softwareiParadigms TurnitinLearning management system LMSSakai CLE

Alat & perlengkapan

Carousel slide projectorsCompact digital camerasCompact disk CD playersComputer data input scannersComputer laser printersComputer projectorsConference telephonesDesktop computersDigital calculatorsDigital video camerasDigital video disk DVD playersHandheld microphones

Lingkungan kerja

Surel (E-Mail)
Setiap hari
Tempo Ditentukan oleh Kecepatan Peralatan
Tidak penting sama sekali
Menentukan Tugas, Prioritas, dan Tujuan
Banyak kebebasan
Diskusi Tatap Muka dengan Individu dan dalam Tim
Setiap hari
Menghabiskan Waktu Berdiri
Kurang dari separuh waktu
Di Dalam Ruangan, Terkendali Lingkungannya
Setiap hari
Kebebasan Mengambil Keputusan
Banyak kebebasan
Menghabiskan Waktu Berjalan atau Berlari
Kurang dari separuh waktu
Menghadapi Orang yang Tidak Menyenangkan, Marah, atau Tidak Sopan
Setahun sekali atau lebih, tetapi tidak setiap bulan
Surat dan Memo Tertulis
Seminggu sekali atau lebih, tetapi tidak setiap hari
Tingkat Otomatisasi
Tidak terotomatisasi sama sekali
Menghabiskan Waktu Duduk
Lebih dari separuh waktu

Pendidikan & pengalaman

Pendidikan
Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
Pengalaman
Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
Pelatihan
Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.
Pelatihan Kerja Langsung
Lebih dari 6 bulan, hingga 1 tahun
Pelatihan di Tempat atau di Lokasi Kerja
Hingga 1 bulan
Pengalaman Kerja Terkait
Lebih dari 2 tahun, hingga 4 tahun
Tingkat Pendidikan yang Dibutuhkan
Doktor (S3)

Pembelajaran terkait

Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.

Lihat pembelajaran lainnya