Apa itu Psikolog Sekolah?
Mendiagnosis dan menerapkan intervensi atau strategi individu atau seluruh sekolah untuk menangani isu pendidikan, perilaku, atau perkembangan yang berdampak buruk pada fungsi pendidikan di sekolah. Dapat menangani masalah belajar dan perilaku siswa serta memberikan konseling kepada siswa atau keluarga. Dapat merancang dan menerapkan rencana kinerja, serta mengevaluasi kinerja. Dapat berkonsultasi dengan personel sekolah lainnya.
Pekerjaan ini sering melibatkan kegiatan mengoordinasikan, melatih, menyupervisi, atau mengelola aktivitas orang lain demi mencapai tujuan. Diperlukan keterampilan komunikasi dan organisasi yang sangat tinggi. Contohnya apoteker, pengacara, astronom, ahli biologi, rohaniwan, asisten dokter, dan dokter hewan.
Kerja harian
- Mengumpulkan dan menafsirkan hasil tes siswa, bersama dengan informasi dari guru dan orang tua, untuk mendiagnosis kondisi dan membantu menilai kelayakan untuk mendapatkan layanan khusus.
- Memelihara catatan siswa, termasuk laporan pendidikan khusus, catatan rahasia, catatan layanan yang diberikan, dan data perilaku.
- Laporkan informasi terkait apa pun kepada pihak yang berwenang jika terjadi kasus yang membahayakan, penelantaran, atau pelecehan terhadap anak.
- Pilih, kelola, dan nilai tes psikologi.
- Menafsirkan hasil tes dan menyiapkan laporan psikologis untuk guru, administrator, dan orang tua.
- Menilai kebutuhan, keterbatasan, dan potensi setiap anak, dengan menggunakan observasi, peninjauan catatan sekolah, dan konsultasi dengan orang tua dan personel sekolah.
- Kembangkan rencana pendidikan individual bekerja sama dengan guru dan anggota staf lainnya.
- Menasihati anak dan keluarga untuk membantu memecahkan konflik dan masalah dalam pembelajaran dan penyesuaian.
- Kumpulkan dan analisis data untuk mengevaluasi efektivitas program akademik dan layanan lainnya, seperti sistem manajemen perilaku.
- Memberikan konsultasi kepada orang tua, guru, administrator, dan pihak lain mengenai topik seperti gaya belajar dan teknik modifikasi perilaku.
- Berkolaborasi dengan profesional pendidikan lainnya untuk mengembangkan strategi pengajaran dan program sekolah.
- Mempromosikan pemahaman tentang perkembangan anak dan hubungannya dengan pembelajaran dan perilaku.
- Rancang kelas dan program untuk memenuhi kebutuhan siswa khusus.
- Hadiri lokakarya, seminar, atau pertemuan profesional untuk tetap mendapat informasi tentang perkembangan baru dalam psikologi sekolah.
- Rujuk siswa dan keluarga mereka ke lembaga komunitas yang sesuai untuk layanan medis, kejuruan, atau sosial.
- Berfungsi sebagai sumber daya untuk membantu keluarga dan sekolah menghadapi krisis, seperti perpisahan dan kehilangan.
- Memulai dan mengarahkan upaya untuk menumbuhkan toleransi, pemahaman, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam komunitas sekolah.
- Menyediakan program pendidikan tentang topik-topik seperti manajemen kelas, strategi pengajaran, atau keterampilan mengasuh anak.
- Melakukan penelitian untuk menghasilkan pengetahuan baru yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran dan perilaku.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.