Apa itu Arsiparis?
Arsiparis menilai, menyunting, mengatur, dan mengarahkan penyimpanan arsip permanen serta dokumen bernilai sejarah. Peran ini juga berpartisipasi dalam penelitian yang menggunakan bahan arsip.
Pekerjaan ini menggabungkan sejarah, pengelolaan informasi, klasifikasi, layanan referensi, teknologi penyimpanan elektronik, dan dokumentasi. Arsiparis membantu memastikan bahan penting dapat ditemukan, dipahami, dilestarikan, dan digunakan secara bertanggung jawab.
Kerja harian
Aktivitas harian mencakup mengatur catatan arsip, mengembangkan sistem klasifikasi, menyiapkan deskripsi dokumen, membuat dan memelihara basis data arsip yang dapat dicari, serta memberi layanan referensi kepada pengguna yang membutuhkan bahan arsip.
Arsiparis juga menetapkan pedoman akses publik, mengarahkan pekerja yang membuat katalog atau memelihara koleksi, menyimpan dokumen dan objek, menyalin rekaman ke format lain bila diperlukan, serta meneliti asal usul dan signifikansi sejarah bahan arsip. Alat kerja dapat mencakup database, XML, HTML, Acrobat, Photoshop, Illustrator, InDesign, Access, dan Excel.
- Mengatur catatan arsip dan mengembangkan sistem klasifikasi untuk memfasilitasi akses ke bahan arsip.
- Memberikan layanan referensi dan bantuan bagi pengguna yang membutuhkan bahan arsip.
- Siapkan catatan arsip, seperti deskripsi dokumen, untuk memudahkan akses terhadap informasi.
- Membuat dan memelihara arsip dan database komputer yang dapat diakses dan diambil kembali, menggabungkan kemajuan terkini dalam teknologi penyimpanan informasi elektronik.
- Menetapkan dan mengelola pedoman kebijakan mengenai akses publik dan penggunaan materi.
- Kegiatan langsung para pekerja yang membantu mengatur, membuat katalog, memamerkan, dan memelihara koleksi bahan-bahan berharga.
- Simpan catatan, dokumen, dan objek, salin rekaman ke film, kaset video, kaset audio, disk, atau format komputer jika diperlukan.
- Meneliti dan mencatat asal usul dan signifikansi sejarah bahan arsip.
- Temukan materi baru dan arahkan perolehan serta tampilannya.
- Mengautentikasi dan menilai dokumen sejarah dan bahan arsip.
- Mengkoordinasikan program pendidikan dan penjangkauan publik, seperti tur, lokakarya, ceramah, dan kelas.
- Mengkhususkan diri dalam bidang sejarah atau teknologi, meneliti topik atau barang yang relevan dengan koleksi untuk menentukan apa yang harus dipertahankan atau diperoleh.
- Pilih dan edit dokumen untuk dipublikasikan dan ditampilkan, menerapkan pengetahuan tentang subjek, ekspresi sastra, dan teknik presentasi.
Jalur dan konteks karier
Okupasi ini berada pada Zona Pekerjaan Lima. Data menunjukkan kebutuhan magister, pelatihan dan pengalaman terkait, serta kompetensi pada sejarah dan arkeologi, pemahaman bacaan, pemahaman tulisan, fleksibilitas kategori, bahasa Inggris, layanan pelanggan, ekspresi tulisan, ekspresi lisan, dan penglihatan dekat.
Minatnya konvensional, investigatif, dan sosial. Gaya kerja penting meliputi perhatian terhadap detail, integritas, kerja sama, keandalan, pemikiran analitis, inisiatif, dan adaptabilitas.
Konteks di Indonesia
Di Indonesia, peran ini dapat dikenal sebagai arsiparis, archivist, digital archivist, archives specialist, atau teknisi arsip. Pekerjaan dapat muncul di lembaga arsip, perpustakaan, museum, universitas, lembaga pemerintah, media, perusahaan, atau organisasi dengan koleksi historis.
Fokusnya bukan hanya menyimpan dokumen lama. Arsiparis menilai nilai arsip, membuat deskripsi, mengatur akses, menjaga format digital atau fisik, dan membantu pengguna menemukan bahan yang relevan.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.
Pembelajaran terkait
Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.