Apa itu Asisten Pengajar, Pendidikan Tinggi?
Asisten Pengajar Pendidikan Tinggi membantu dosen atau staf pengajar di institusi pendidikan tinggi dalam kegiatan pendukung pengajaran. Peran ini dapat mengembangkan bahan ajar, memimpin diskusi, menyiapkan dan mengawasi ujian, menilai tugas, serta memberi dukungan tambahan kepada mahasiswa.
Pekerjaan ini menggabungkan pemahaman materi, komunikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, dokumentasi nilai, serta kerja sama dengan dosen dan mahasiswa.
Kerja harian
Aktivitas harian dapat mencakup mengajar kelas tingkat sarjana, memimpin diskusi, tutorial, atau laboratorium, mengembangkan silabus, alat bantu visual, kunci jawaban, catatan tambahan, atau situs kursus, serta menjelaskan tata cara tugas kepada mahasiswa.
Asisten juga mengevaluasi dan menilai ujian, tugas, atau makalah, mencatat nilai, mengembalikan tugas sesuai tenggat, mempersiapkan atau mengawasi ujian, serta memberi tutor atau mentoring kepada mahasiswa yang membutuhkan instruksi tambahan.
- Mengajar kursus tingkat sarjana.
- Evaluasi dan nilai ujian, tugas, atau makalah, dan catat nilai.
- Pimpin bagian diskusi, tutorial, atau bagian laboratorium.
- Kembangkan bahan ajar, seperti silabus, alat bantu visual, kunci jawaban, catatan tambahan, atau situs web kursus.
- Memberi tahu siswa tentang tata cara menyelesaikan dan menyerahkan tugas kelas, seperti laporan laboratorium.
- Mengembalikan tugas kepada siswa sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
- Mempersiapkan atau mengawasi ujian.
- Tutor atau mentor siswa yang membutuhkan instruksi tambahan.
- Selesaikan proyek laboratorium sebelum menugaskannya kepada siswa sehingga modifikasi apa pun yang diperlukan dapat dilakukan.
- Mendemonstrasikan penggunaan peralatan laboratorium dan menegakkan peraturan laboratorium.
- Memberikan bantuan kepada anggota fakultas atau staf dengan penelitian laboratorium atau lapangan.
- Bertemu dengan pengawas untuk mendiskusikan nilai siswa atau untuk menyelesaikan dokumen terkait nilai yang diperlukan.
- Jadwalkan dan pertahankan jam kantor reguler untuk bertemu dengan siswa.
- Memesan atau mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kelas.
- Mengikuti perkuliahan yang diberikan oleh instruktur pembimbing.
- Menyalin dan mendistribusikan materi kelas.
- Atur supervisor untuk melakukan observasi pengajaran dan memberikan umpan balik tentang kinerja pengajaran.
- Memberikan bantuan kepada instruktur dalam penggunaan peralatan audiovisual.
- Beritahu instruktur tentang kesalahan atau masalah dengan tugas.
- Membantu anggota fakultas atau staf dengan konferensi mahasiswa.
Jalur dan konteks karier
Okupasi ini berada pada Zona Pekerjaan Lima. Data menunjukkan kebutuhan sarjana, serta kompetensi pada bahasa Inggris, pendidikan dan pelatihan, pemahaman lisan, ekspresi lisan, pemahaman tulisan, pemahaman bacaan, mendengarkan aktif, komputer, dan ekspresi tulisan.
Minatnya sosial, konvensional, dan investigatif. Gaya kerja penting meliputi integritas, keandalan, perhatian terhadap detail, kepedulian terhadap orang lain, pengendalian diri, kepemimpinan, dan inisiatif.
Konteks di Indonesia
Di Indonesia, peran ini dapat dikenal sebagai asisten dosen, teaching assistant, graduate assistant, asisten praktikum, proctor ujian, atau asisten riset/pengajaran. Pekerjaan muncul di universitas, politeknik, sekolah tinggi, akademi, atau program pascasarjana.
Fokusnya adalah mendukung kegiatan pengajaran di perguruan tinggi: materi, diskusi, praktikum, penilaian, administrasi tugas, dan bantuan belajar mahasiswa di bawah koordinasi dosen.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan ini memerlukan pendidikan pascasarjana. Misalnya, mungkin memerlukan gelar magister (S2), dan sebagian memerlukan gelar doktor (S3), dokter, atau sarjana hukum.
- Pengalaman
- Diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang ekstensif untuk pekerjaan ini. Banyak yang memerlukan pengalaman lebih dari lima tahun. Misalnya, seorang dokter bedah harus menyelesaikan pendidikan sarjana dan tambahan lima hingga tujuh tahun pelatihan medis khusus agar dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan mungkin memerlukan sedikit pelatihan kerja langsung, tetapi sebagian besar pekerjaan ini mengasumsikan bahwa orang tersebut telah memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman kerja terkait, dan/atau pelatihan yang diperlukan.
Pembelajaran terkait
Rekomendasi berdasarkan keterampilan dan teknologi yang terhubung dengan okupasi ini.