Apa itu Juru Catat Sidang dan Pembuat Teks Langsung (Captioner)?
Menggunakan metode dan peralatan verbatim untuk menangkap, menyimpan, mengambil, dan menyalin proses praperadilan dan persidangan atau informasi lainnya. Termasuk stenocaptioner yang mengoperasikan peralatan teks stenografis terkomputerisasi untuk menyediakan teks siaran langsung atau rekaman bagi pemirsa dengan gangguan pendengaran.
Pekerjaan ini biasanya melibatkan penggunaan keterampilan komunikasi dan organisasi untuk mengoordinasikan, menyupervisi, mengelola, atau melatih orang lain demi mencapai tujuan. Contohnya teknisi listrik, penata letak (desktop publisher), teknisi pertanian, penata rambut, juru transkripsi sidang, dan asisten medis.
Kerja harian
- Merekam proses pengadilan, dewan legislatif, rapat komite, dan proses lainnya secara verbatim, menggunakan peralatan perekam yang terkomputerisasi, mesin stenograf elektronik, atau stenomask.
- Minta pembicara untuk mengklarifikasi pernyataan yang tidak terdengar.
- Koreksi transkrip untuk ejaan kata yang benar.
- Buat catatan dengan tulisan steno atau gunakan stenotipe atau mesin steno yang mencetak huruf pada pita kertas.
- Rekam simbol pada media penyimpanan komputer dan gunakan transkripsi berbantuan komputer untuk menerjemahkan dan menampilkannya sebagai teks.
- Memberikan transkrip persidangan atas permintaan hakim, pengacara, atau masyarakat.
- Transkripsikan rekaman proses sesuai dengan format yang telah ditetapkan.
- Catat dan simpan barang bukti dari proses pengadilan.
- Ajukan transkrip catatan kasus pengadilan yang dapat dibaca ke kantor panitera pengadilan.
- File dan simpan catatan singkat sesi pengadilan.
- Ketik perintah pengadilan untuk hakim.
- Menanggapi permintaan selama sidang pengadilan untuk membaca bagian dari proses yang sudah direkam.
- Verifikasi keakuratan transkrip dengan memeriksa salinan terhadap catatan asli persidangan dan keakuratan keputusan dengan memeriksa dengan hakim.
- Catat deposisi dan proses lainnya untuk pengacara.
Aktivitas kerja utama
Keterampilan & kompetensi
Keterampilan
Pengetahuan
Kemampuan
Teknologi & alat
Perangkat lunak
Alat & perlengkapan
Lingkungan kerja
Pendidikan & pengalaman
- Pendidikan
- Sebagian besar pekerjaan di zona ini memerlukan pendidikan di sekolah kejuruan (SMK), pengalaman kerja terkait, atau diploma (D1–D3).
- Pengalaman
- Keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kerja sebelumnya diperlukan untuk pekerjaan ini. Misalnya, seorang teknisi listrik harus menyelesaikan tiga atau empat tahun pemagangan atau beberapa tahun pelatihan kejuruan, dan sering kali harus lulus ujian sertifikasi, untuk dapat menjalankan pekerjaannya.
- Pelatihan
- Karyawan pada pekerjaan ini biasanya memerlukan satu atau dua tahun pelatihan yang mencakup pengalaman kerja langsung dan pelatihan informal bersama pekerja berpengalaman. Program pemagangan resmi dapat dikaitkan dengan pekerjaan ini.